Capek Prop Drilling Yuk Kita Beresin Pakai Solusi Terbaik
Pernah tidak kita merasa seperti kurir paket yang harus naik turun tangga melewati sepuluh lantai hanya untuk mengantar satu barang kecil padahal lantai dua sampai sembilan sama sekali tidak butuh barang itu. Itulah perasaan yang sering muncul saat kita terjebak dalam masalah prop drilling di proyek React kesayangan kita. Rasanya sangat melelahkan ketika kita harus mengoper data dari komponen paling atas menuju komponen paling bawah lewat perantara komponen tengah yang sebenarnya tidak peduli sama sekali dengan data tersebut. Kita hanya numpang lewat saja dan ini sering kali membuat struktur kode kita jadi berantakan serta sulit untuk dirawat. Kalau kita tiba tiba ingin mengubah nama properti atau menghapus salah satu data maka kita harus bongkar pasang di setiap level komponen yang dilewati. Ini jelas bukan cara kerja yang efisien apalagi kalau kita ingin membangun aplikasi yang skala besarnya terus tumbuh. Mari kita duduk santai sejenak dan bahas bagaimana cara keluar dari jebakan Batman ini dengan solusi yang jauh lebih elegan dan asik untuk diterapkan dalam workflow harian kita.
Masalah utama dari prop drilling sebenarnya bukan cuma soal capek mengetik kode tapi lebih ke arah maintainability atau kemudahan perawatan kode di masa depan. Bayangkan kalau kita punya struktur komponen yang sangat dalam sampai tujuh atau sepuluh lapis. Setiap kali ada perubahan kecil pada struktur data di level root maka kita dipaksa melakukan perubahan manual di semua lapis komponen tersebut. Hal ini sangat rentan menimbulkan bug karena ada kemungkinan kita melewatkan satu komponen atau salah menuliskan nama variabel di tengah jalan. Selain itu prop drilling juga membuat komponen perantara jadi tidak murni lagi karena mereka harus menerima props yang tidak mereka gunakan. Hal ini tentu saja melanggar prinsip kebersihan kode yang selalu kita junjung tinggi sebagai developer profesional. Kita ingin setiap komponen fokus pada tugasnya masing masing tanpa harus terbebani oleh titipan data dari komponen lain.
Untungnya ekosistem React sudah berkembang sangat pesat dan menawarkan berbagai solusi cerdas untuk mengatasi masalah ini. Cara pertama yang paling sederhana dan sering terlupakan adalah dengan melakukan komposisi komponen atau yang biasa disebut component composition. Alih alih mengirimkan data mentah ke bawah kita bisa mengirimkan seluruh komponen sebagai props atau menggunakan children. Dengan cara ini komponen perantara tidak perlu tahu data apa yang sedang lewat karena mereka hanya bertugas merender apa yang kita berikan. Cara ini sangat efektif untuk level kedalaman yang masih wajar dan tidak membutuhkan state management yang kompleks. Kita bisa mengatur tata letak komponen di satu tempat saja sehingga alur datanya jadi lebih jelas dan tidak bertele tele.
Namun kalau aplikasi kita sudah semakin kompleks dan banyak data yang perlu diakses secara global maka saatnya kita melirik fitur bawaan React yang sangat powerfull yaitu Context API. Kita bisa menganggap Context API ini seperti stasiun radio yang menyiarkan data ke seluruh penjuru aplikasi. Komponen manapun yang butuh data tersebut tinggal menyalakan radionya saja tanpa harus minta izin ke komponen tetangga. Penggunaannya juga cukup simpel karena kita hanya perlu membuat sebuah Provider yang membungkus aplikasi kita lalu menggunakan hook bernama useContext di komponen yang membutuhkan. Ini adalah solusi yang sangat asik karena kita tidak perlu menambah library luar yang berat. Semua sudah tersedia di dalam box React itu sendiri. Tapi kita juga perlu bijak karena Context API bisa memicu render ulang secara menyeluruh jika tidak kita kelola dengan hati tata letak statenya.
Jika kita merasa Context API masih kurang greget atau terlalu banyak boilerplate yang harus ditulis maka solusi berikutnya yang sedang sangat populer di kalangan developer saat ini adalah Zustand. Banyak teman belajar kita yang sudah beralih ke Zustand karena kesederhanaannya yang luar biasa. Berbeda dengan pendahulunya yang sangat kaku Zustand membolehkan kita membuat store atau tempat penyimpanan data global dengan cara yang sangat ringkas. Kita tidak perlu lagi pusing dengan urusan provider yang membungkus komponen karena Zustand bekerja di luar pohon komponen React secara teknis tapi tetap terintegrasi dengan sangat cantik. Pengalamannya sangat menyenangkan karena kita bisa mendefinisikan state dan fungsi untuk mengubahnya di satu tempat lalu memanggilnya di mana saja seolah olah kita sedang menggunakan hook biasa. Ini benar benar pengubah permainan bagi kita yang ingin fokus pada fitur tanpa harus bergelut dengan konfigurasi yang rumit.
Selain Zustand ada juga pilihan lain yang tak kalah menarik seperti Jotai atau Recoil yang mengusung konsep atomic state. Konsep ini sangat asik bagi kita yang menyukai struktur data yang terbagi menjadi bagian kecil kecil atau atom. Dengan pendekatan ini kita hanya akan memicu render ulang pada komponen yang benar benar berlangganan pada atom tersebut saja. Hal ini memberikan performa yang sangat optimal terutama untuk aplikasi yang memiliki interaksi user sangat tinggi dan data yang terus berubah secara real time. Kita bisa membayangkan aplikasi kita terdiri dari ribuan kepingan lego kecil yang saling terhubung tanpa mengganggu satu sama lain saat salah satu kepingan diganti.
Tentu kita tidak bisa melupakan sang legenda yaitu Redux terutama versi terbarunya yang bernama Redux Toolkit. Walaupun dulu sering dianggap terlalu ribet dan banyak sekali aturan yang harus diikuti sekarang Redux Toolkit sudah jauh lebih bersahabat bagi kita semua. Redux masih menjadi pilihan utama untuk aplikasi skala perusahaan besar yang butuh pelacakan data sangat detail dan alat debugging yang sangat kuat. Redux DevTools adalah salah satu alasan kenapa banyak tim besar tetap setia menggunakan Redux karena kita bisa melihat sejarah perubahan data dari detik ke detik dengan sangat presisi. Kalau proyek kita melibatkan banyak orang dan logika bisnis yang sangat rumit maka menggunakan Redux Toolkit adalah investasi yang sangat sepadan untuk jangka panjang.
Dalam memilih solusi terbaik kita harus selalu ingat untuk tidak melakukan over engineering atau berlebihan dalam menggunakan teknologi. Kalau masalah kita hanya sekadar mengoper data ke satu atau dua level di bawah maka komposisi komponen atau Context API sudah lebih dari cukup. Jangan sampai kita memasang mesin jet pada sepeda hanya untuk pergi ke toko sebelah. Kita harus selalu menyesuaikan kebutuhan proyek dengan alat yang kita gunakan. Fokus utama kita adalah membuat kode yang mudah dibaca oleh teman setim kita dan tentu saja mudah dipelihara saat kita sendiri yang membacanya lagi enam bulan kemudian.
Belajar mengelola state memang butuh jam terbang tapi dengan semangat untuk terus mencoba berbagai pendekatan kita pasti akan menemukan gaya yang paling nyaman buat kita. Jangan takut untuk bereksperimen dengan Zustand hari ini lalu mencoba Redux minggu depan atau mengeksplorasi potensi penuh dari Context API. Semakin banyak alat yang kita kuasai maka semakin bijak pula kita dalam menentukan solusi untuk setiap masalah yang muncul. Prop drilling memang menyebalkan tapi dia adalah guru yang baik yang memaksa kita untuk belajar tentang arsitektur perangkat lunak yang lebih baik lagi.
Akhirnya kita sampai pada kesimpulan bahwa perjalanan menjadi developer yang handal adalah tentang bagaimana kita menyederhanakan hal yang rumit bukan sebaliknya. Dengan memanfaatkan teknologi yang ada sekarang kita bisa mengucapkan selamat tinggal pada drama prop drilling yang melelahkan itu. Mari kita mulai merapikan kode kita satu persatu dan mengubahnya menjadi sesuatu yang indah dan efisien. Ingatlah bahwa kode yang bagus bukan cuma yang jalan tapi yang asik untuk dibaca dan dikembangkan bareng bareng. Tetap semangat ngoding dan jangan pernah berhenti bereksplorasi dengan berbagai solusi state management yang ada karena dunia IT selalu punya hal baru yang menarik untuk kita pelajari bersama. Semoga tips ini bermanfaat dan bisa langsung kita terapkan di proyek kita saat ini juga agar hidup kita sebagai developer jadi lebih tenang dan bahagia tanpa gangguan prop drilling yang berlebihan. Selamat berkreasi dan mari kita buat aplikasi yang luar biasa dengan cara yang paling asik. Kita semua punya potensi untuk jadi master dalam pengelolaan state jika kita terus konsisten dan mau terbuka dengan perubahan teknologi yang ada di sekitar kita setiap harinya. Sampai jumpa di pembahasan seru lainnya yang akan terus mengasah kemampuan kita menjadi developer jempolan di masa depan.