Kapan sih kita wajib pakai TanStack Query dan kapan skip aja?

Pernah gak sih kita merasa kodingan React kita mendadak berantakan cuma akibat urusan fetching data server yang makin lama makin numpuk? Kita pasti pernah berada di posisi saat mau menampilkan data dari API sederhana saja harus membuat banyak variabel state. Ada state buat data, state buat indikator loading, belum lagi state buat penanganan error. Rasanya baru mau membuat satu fitur kecil tapi baris kodingan sudah panjang sekali. Masalah ini sangat wajar terjadi karena mengelola data yang berasal dari luar aplikasi memang membutuhkan perhatian ekstra. Data server itu punya karakter yang berbeda dengan data lokal yang tersimpan di dalam memori frontend. Data server sifatnya asinkronus, bisa berubah kapan saja tanpa kita ketahui, dan rawan sekali mengalami kendala koneksi internet.

Mengapa Fetching Data Sering Bikin Pusing

Perjalanan Dari UseEffect Sampai Ke TanStack Query

Dulu kita sering mengandalkan kombinasi antara useEffect dan useState buat menarik data dari server. Cara tradisional ini memang bekerja dengan baik untuk skala aplikasi yang masih sangat sederhana. Namun begitu proyek bertambah besar, berbagai masalah mulai bermunculan satu per satu. Kita harus secara manual mengatur kapan proses fetching harus berjalan, bagaimana cara menyimpan cache data agar tidak selalu meminta ulang ke server, serta bagaimana caranya menyinkronkan data antar komponen. Kalau kita lupa menangani kasus batas, aplikasi bisa crash atau menampilkan data lama yang sudah tidak akurat.

Di sinilah TanStack Query hadir membawa solusi. Dulu library populer ini lebih dikenal dengan nama React Query. Sekarang library ini sudah semakin matang dan mendukung berbagai framework terdepan seperti Vue, Svelte, dan Solid. TanStack Query hadir untuk menyelesaikan masalah pengolahan server state dengan pendekatan yang sangat rapi. Library ini bukan sekadar alat untuk mengambil data dari server, melainkan sebuah sistem pengelola status server yang serba otomatis.

Perbedaan Mendasar Client State Dan Server State

Sebelum melangkah lebih jauh, kita harus memahami perbedaan mendasar antara client state dan server state. Client state adalah data yang dimiliki dan dikendalikan sepenuhnya oleh aplikasi frontend kita. Contoh client state adalah apakah sebuah menu sidebar sedang terbuka atau tertutup, warna tema yang dipilih pengguna, atau teks yang sedang diketik di dalam kolom pencarian. Data jenis ini tersimpan secara lokal dan dapat diakses secara instan tanpa perlu menunggu respon dari jaringan.

Sementara itu, server state adalah data yang disimpan di tempat terpisah di luar kendali langsung aplikasi frontend kita. Contoh server state adalah daftar produk di toko online, profil pengguna, atau riwayat transaksi. Data ini membutuhkan panggilan jaringan asinkronus untuk membaca atau memperbaruinya. Data ini juga bisa diubah oleh pengguna lain tanpa kita sadari. Karena sifatnya yang dinamis dan berpotensi usang kapan saja, mengelola server state membutuhkan strategi khusus yang sangat berbeda dari client state.

Kapan Kita Wajib Pakai TanStack Query

Ketika Aplikasi Kita Punya Server State Yang Kompleks

Kita wajib mempertimbangkan TanStack Query saat aplikasi yang kita bangun sudah mulai mengelola server state yang kompleks. Ketika banyak komponen berbeda butuh mengakses data yang sama secara bersamaan, TanStack Query bakal sangat membantu. Kita tidak perlu lagi mempassing data melalui banyak tingkatan komponen yang melelahkan atau membuat global state management yang rumit cuma buat menyimpan hasil panggilan API.

Saat Caching Dan Synchronize Data Jadi Kunci Utama

Pengalaman pengguna adalah hal yang paling utama dalam aplikasi web modern. Kita tentu tidak mau pengguna melihat indikator loading berputar setiap kali mereka berpindah halaman atau menekan tombol kembali. TanStack Query memiliki mekanisme caching pintar yang langsung bekerja tanpa perlu konfigurasi rumit. Data yang sudah pernah diambil akan disimpan secara otomatis di dalam memori. Saat pengguna membuka halaman tersebut kembali, data lama langsung ditampilkan seketika sambil TanStack Query melakukan fetching ulang di latar belakang untuk memperbarui tampilan jika ada data baru dari server. Pendekatan ini membuat aplikasi terasa sangat cepat dan membuat pengalaman pengguna jadi makin asik.

Waktu Kita Membutuhkan Fitur Pagination Dan Infinite Scroll

Fitur pagination dan infinite scroll sering kali membuat kepala pusing kalau kita buat secara manual. Kita harus melacak nomor halaman saat ini, menggabungkan daftar data lama dengan data baru, serta mengelola indikator pemicu scroll. TanStack Query menyediakan hook khusus bernama useInfiniteQuery yang dirancang khusus buat menangani kasus ini. Mengelola deretan halaman data jadi terasa jauh lebih mudah dan rapi. Aplikasi kita bisa menangani ribuan baris data tanpa perlu khawatir terjadinya penurunan performa.

Saat Membutuhkan Optimistic Updates Supaya UX Makin Mantap

Pernah tidak kita menyukai sebuah unggahan di media sosial dan ikon hati langsung berubah warna merah secara instan tanpa menunggu server selesai merespon? Teknik itu dinamakan optimistic updates. TanStack Query memungkinkan kita memperbarui antarmuka pengguna secara langsung seolah proses simpan ke server pasti berhasil. Jika ternyata server memberikan respon error, TanStack Query secara otomatis mengembalikan tampilan ke kondisi semula. Mengimplementasikan fitur canggih ini secara manual butuh logika yang sangat rumit, namun dengan TanStack Query semuanya jadi jauh lebih intuitif dan terkontrol.

Kapan Kita Boleh Skip TanStack Query

Ketika Aplikasi Cuma Menampilkan Data Statis

Meski TanStack Query sangat hebat, bukan berarti semua proyek harus menggunakan library ini. Kita bisa melewati penggunaannya jika aplikasi yang kita buat hanya menampilkan data yang bersifat statis. Contohnya seperti situs web portofolio, halaman dokumentasi, atau landing page sederhana yang datanya jarang sekali berubah. Memaksa memasukkan TanStack Query ke dalam proyek sederhana semacam ini hanya akan menambah ukuran berkas aplikasi tanpa memberikan manfaat yang berarti. Kita cukup menggunakan metode pengambilan data bawaan browser atau fitur bawaan dari framework pilihan kita.

Saat State Aplikasi Murni Local State Tanpa API

TanStack Query dirancang khusus untuk server state, bukan untuk client state murni. Jika aplikasi yang kita buat hanya mengelola status antarmuka lokal seperti tombol pop up, pilihan opsi filter tampilan, atau input formulir sementara yang belum dikirim ke server, kita tidak membutuhkan TanStack Query. Kita cukup memakai fitur bawaan seperti useState atau library pengelola status lokal sederhana. Menjadikan TanStack Query sebagai tempat menyimpan status antarmuka lokal adalah sebuah langkah yang kurang tepat.

Ketika Proyek Masih Sangat Sederhana Dan Butuh Cepat

Saat kita membangun prototipe cepat atau berpartisipasi dalam ajang pembuatan aplikasi singkat yang diberi batas waktu ketat, kecepatan eksekusi adalah hal yang utama. Kalau kita hanya butuh mengambil data dari satu atau dua titik API saja, menggunakan fungsi fetch biasa di dalam useEffect sudah lebih dari cukup. Kita tidak perlu menambah kompleksitas struktur kode jika skalanya belum membutuhkan itu. Kita selalu bisa melakukan penyesuaian ulang dan memasukkan TanStack Query di kemudian hari ketika skala proyek mulai membesar.

Keunggulan Menarik Yang Bikin Kodingan Jadi Asik

Koding dengan TanStack Query itu rasanya asik banget karena kita bisa membuang banyak sekali baris kode yang berulang dan membosankan. Kita tidak perlu lagi menuliskan logika penanganan error secara manual di setiap komponen. TanStack Query menyediakan status bawaan yang sangat lengkap seperti status pending, error, success, dan data secara langsung dari satu panggilan fungsi.

Selain itu, fitur percobaan ulang otomatis saat koneksi terputus adalah penolong yang luar biasa. Jika server mendadak mengalami gangguan sementara, TanStack Query akan mencoba mengirim ulang permintaan secara otomatis beberapa kali sebelum akhirnya menampilkan pesan error kepada pengguna. Hal ini meningkatkan keandalan aplikasi secara signifikan tanpa perlu menambahkan logika rumit dari sisi kita sebagai pengembang.

Praktik Terbaik Dalam Menggunakan TanStack Query

Mengelompokkan Query Key Secara Terstruktur

Salah satu pilar penting dalam memakai TanStack Query adalah pengelolaan query key. Buatlah query key yang konsisten dan terstruktur menggunakan bentuk array. Pengelompokan yang rapi ini sangat membantu ketika kita ingin melakukan pembatalan cache data secara spesifik. Sebagai contoh, saat pengguna menambahkan komentar baru pada sebuah artikel, kita cukup membatalkan cache untuk artikel tersebut tanpa harus menghapus cache seluruh aplikasi.

Memisahkan Logika Fetching Ke Dalam Custom Hooks

Hindari menuliskan fungsi useQuery atau useMutation langsung di dalam komponen antarmuka utama. Sebaiknya tempatkan panggilan tersebut di dalam custom hooks terpisah. Pendekatan ini menjaga kode antarmuka kita tetap bersih dan berfokus pada tampilan, sementara logika komunikasi data tersimpan secara rapi di berkas khusus. Komponen aplikasi kita jadi jauh lebih mudah dibaca, dikembangkan, dan diuji.

Memaksimalkan Penggunaan Devtools

TanStack Query dilengkapi dengan devtools yang sangat powerful. Pastikan kita selalu mengaktifkan devtools ini di dalam lingkungan pengembangan lokal. Melalui devtools, kita bisa memantau status seluruh cache data secara transparan, melihat data mana yang masih segar atau sudah usang, serta melakukan pengujian kondisi error atau loading secara instan. Ini sangat menghemat waktu kita saat mencari masalah dalam kode harian.

Ringkasan Dan Keputusan Akhir

Memilih alat yang tepat untuk kebutuhan proyek adalah keterampilan penting bagi setiap pengembang aplikasi. TanStack Query adalah jawaban ampuh yang memecahkan masalah pengelolaan server state secara elegan. Kita sangat disarankan buat memakainya saat membangun aplikasi berskala menengah hingga besar yang kaya akan fitur interaktif dan pengelolaan data dinamis. Dengan TanStack Query, performa aplikasi meningkat pesat, kenyamanan pengguna terjaga, dan aktivitas pengembangan kode terasa jauh lebih asik.

Namun jangan ragu untuk skip TanStack Query jika proyek yang sedang kita kerjakan tergolong sangat sederhana atau tidak mengelola server state sama sekali. Menambahkan sebuah library hanya karena mengikuti tren tanpa kebutuhan yang jelas justru akan menjadi beban tambahan bagi proyek kita. Pahami kebutuhan aplikasi yang sedang dibangun, pilih perkakas yang paling efisien, dan selamat menikmati proses pembuatan aplikasi yang menyenangkan.